29/11/2021

On The Spot

Situs Informasi Tentang Berbagai Macam Isu dan Topik

10 Tempat Bersejarah di Indonesia yang Wajib Kamu Kunjungi

monas

10 Tempat Bersejarah di Indonesia yang Wajib Kamu Kunjungi – Wisata sejarah adalah kegiatan mengunjungi berbagai tempat bersejarah guna mendapatkan informasi latar belakang berdirinya tempat itu. Tempat bersejarah di Indonesia tersebar di berbagai wilayah dan tidak hanya sebagai wahana rekreasi, tapi juga pengetahuan.

Wisata sejarah bisa menjadi hiburan yang menyenangkan dan informatif khususnya bagi generasi milenial. Seperti yang dikatakan Bung Karno, “Jangan sekali-sekali meninggalkan sejarah” atau yang dikenal sebagai ‘Jasmerah’ dalam pidato terakhirnya.

Wisata tempat bersejarah di Indonesia

1.Masjid Istiqlal

Tempat bersejarah di Indonesia pertama adalah Masjid Istiqlal yang terletak di pusat ibukota Jakarta. Masjid terbesar di Asia Tenggara ini biasa digunakan untuk aktivitas ibadah umat Islam, kantor berbagai organisasi Islam di Indonesia, aktivitas sosial, dan kegiatan umum.

Tempat wisata sejarah di Jakarta ini juga biasa dikunjungi wisatawan baik dari dalam dan luar negeri. Buat kamu yang non-Muslim juga dapat berkunjung ke masjid ini dan nantinya akan didampingi oleh pemandu yang mengetahui seluk beluk sejarah masjid ini.

2.Gereja Katedral

Tempat wisata sejarah di Jakarta lainnya ada Gereja Katedral, salah satu bangunan cagar budaya di Jakarta. Gereja Katedral mulai dibangun ketika Paus Pius VII mengangkat pastor Nelissen sebagi prefek apostik Hindia Belanda pada 1807.

Saat itulah dimulai penyebaran misi dan pembangunan gereja katolik di kawasan nusantara, termasuk di Jakarta. Peletakkan batu gereja pertamanya dilakukan oleh Pro-vikaris, Carolus Wenneker.

Selanjutnya pekerjaan membangun gereja ini dilanjutkan oleh Cuypers-Hulswit ketika Dijkmans tidak bisa melanjutkannya. Pemberkatan dan peresmian gereja dilakukan pada 21 April 1901 oleh Mgr. Edmundus Sybradus Luypen, S.J., Vikaris Apostolik Jakarta.

3.Monumen Nasional

Monumen Nasional yang biasa disebut Monas tidak hanya menjadi simbol Jakarta, melainkan juga Indonesia.

Di sekitar Monas, terdapat berbagai fasilitas rekreasi misalnya pengunjung bisa melihat pemandangan Jakarta melalui teropong.

Selain itu terdapat 51 diorama yang menggambarkan sejarah Indonesia mulai dari zaman pra-sejarah, kerajaan, kolonial, hingga saat ini.

Baca Juga : 10 Kuliner Khas Indonesia Ini Wajib Anda Cicipi

Buat kamu yang ingin mengunjungi monas, lokasinya mudah dijangkau yaitu di Gambir. Tiket masuknya juga tidak mahal dan terdapat dua jenis tiket masuk monas yaitu cawan dan puncak.

Tiket cawan meliputi Ruang Museum, Ruang Kemerdekaan dan Pelataran Cawan. Tiketnya berkisar Rp 2.000 untuk anak-anak sampai Rp 5.000 untuk dewasa.

Sementara tiket untuk mengunjungi puncak monas, harganya berkisar Rp 4.000 untuk anak-anak dan pelajar sampai Rp 15.000 untuk orang dewasa.

4.Gedung Sate

Rasanya belum lengkap kalau pergi ke kota Bandung tanpa mengunjungi Gedung Sate. Tempat wisata bersejarah di Bandung ini mulai dibangun tahun 1920 dan berfungsi sebagai gedung pusat Pemerintahan Jawa Barat.

Pada masa Pemerintahan Hindia Belanda, Gedung Sate disebut Gouvernements Bedrijven (GB). Gedung ini sempat menjadi pusat Pemerintahan Hindia Belanda setelah Batavia dianggap sudah tidak memenuhi syarat sebagai pusat pemerintahan.

Pada 3 Desember 1945, terjadi peristiwa yang memakan korban tujuh pemuda saat mempertahankan Gedung Sate dari serangan Pasukan Gurkha.

Untuk mengenang jasa ketujuh pemuda tersebut itu, didirikan tugu dari batu yang pada tanggal 3 Desember 1970, tugu itu dipindahkan ke halaman depan Gedung Sate.

5.Masjid Raya Baiturrahman

Masjid Raya Baiturrahman merupakan dibangun oleh Sultan Iskandar Muda Mahkota Alam pada tahun 1022 H/1612 M. Masjid ini menjadi salah satu pusat pembelajaran agama Islam yang dikunjungi oleh orang-orang yang ingin mempelajari Islam dari seluruh penjuru dunia.

Pada tanggal 26 Maret 1873, Kerajaan Belanda mendeklarasikan perang kepada Kesultanan Aceh dan melepaskan meriam ke daratan Aceh dari kapal perang Citadel Van Antwerpen. Selanjutnya terjadi peperangan pertama yang menewaskan Jenderal Johan Harmen Rudolf Kohler dan dimenangkan oleh pihak Kesultanan Aceh.

Saat agresi tentara Belanda kedua pada Bulan Shafar 1290 Hijriah atau 10 April 1873 Masehi, Masjid Raya Baiturrahman dibakar. Selanjutnya pada tahun 1877, Belanda membangun kembali Masjid Raya Baiturrahman untuk menarik perhatian serta meredam kemarahan Bangsa Aceh.

Saat itu Kesultanan Aceh di bawah pemerintahan Sultan Muhammad Daud Syah Johan Berdaulat yang merupakan Sultan Aceh yang terakhir.

6.Istana Maimun

Sedang mencari tempat wisata sejarah di Medan? Kamu bisa berkunjung ke Istana Maimun yang biasa disebut Istana Putri Hijau, istana kebesaran Kerajaan Deli. Bangunan ini didominasi warna kuning yang merupakan warna kebesaran kerajaan Melayu dan pembangunannya dimulai dari 26 Agustus 1888 dan selesai pada 18 Mei 1891.

Istana Maimun memiliki luas sebesar 2.772 m2 dan 30 ruangan dan memiliki 3 bagian yakni bangunan induk, bangunan sayap kiri dan bangunan sayap kanan. Istana ini menghadap ke utara dan pada sisi depan terdapat bangunan Masjid Al-Mashun atau yang lebih dikenal dengan sebutan Masjid Raya Medan.

Istana Maimun menjadi tujuan wisata karena selain usianya yang tua juga memilik desain interior yang memadukan unsur-unsur warisan kebudayaan Melayu, dengan gaya Islam, Spanyol, India dan Italia.

7.Lawang Sewu

Tempat bersejarah di Indonesia lainnya ada Lawang Sewu yang berlokasi di Kota Semarang, Jawa Tengah. Dulunya gedung ini merupakan kantor dari Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij.

Lawang Sewu dibangun pada 27 Februari 1904 dan dulunya bernama Het hoofdkantor van de Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (yang digunakan untuk Kantor Pusat NIS).

Mulanya kegiatan administrasi perkantoran dilakukan di Stasiun Semarang Gudang (Samarang NIS).

Tapi karena berkembangnya jalur jaringan kereta yang begitu pesat dan bertambahnya kebutuhan personil teknis dan tenaga administrasi yang besar, maka dibuat kantor administrasi di lokasi baru yang kelak kelak menjadi Lawang Sewu.

8.Candi Borobudur

Siapa tak mengenal Candi Borobudur? Kompleks candi yang terletak di Magelang, Jawa Tengah, ini menjadi saksi kejayaan ajaran Buddha di Indonesia.

Tempat wisata di Jawa Tengah ini disebut UNESCO sebagai kompleks candi terbesar dan termegah di dunia. Jika dilihat dari atas, bangunan candi ini berbentuk simetris dengan luas 123 x 123 meter dan terdiri dari 10 tingkat.

Hal menarik lainnya dari candi ini adalah balok yang digunakan sebagai bahan utama konstruksi bangunan terbuat dari abu vulkanik Gunung Merapi yang dibekukan. Balok-balok ini kemudian disusun membentuk lebih dari 500 buah arca tanpa menggunakan semen sama sekali. Tak hanya itu, candi ini juga penuh dengan pahatan relief yang menceritakan perjalanan hidup Sang Buddha.

Tertarik untuk berkunjung ke Candi Borobudur? Tenang. Kamu bisa datang ke tempat wisata ini kapan saja, namun ada waktu terbaik untuk berkunjung. Sebaiknya kamu datang saat malam perayaan Waisak.

Kenapa? Karena pada saat itu, biksu-biksu dari berbagai negara seperti Thailand, Tibet dan Kamboja datang untuk melakukan ritual khusus. Di puncak acara perayaan, kamu bisa melihat ritual pelepasan ratusan lampion ke langit.

9.Candi Prambanan

Tak hanya ajaran Buddha yang sempat berjaya di Indonesia, ajaran Hindu juga punya rekam jejak sendiri di negeri ini, Candi Prambanan adalah bukti kuatnya. Selain lokasinya yang dekat dengan Candi Borobudur, Candi Prambanan juga ditetapkan sebagai salah satu situs warisan budaya di dunia oleh UNESCO.

Candi Prambanan adalah candi persembahan yang ditujukan untuk Dewa Siwa. Jadi tak mengherankan jika induk candi di sini adalah Candi Dewa Siwa yang tingginya mencapai 47 meter. Candi induk ini diapit oleh Candi Dewa Brahma dan Candi Dewa Wishnu. Ketiga candi ini disebut dengan Candi Trimurti yang dikelilingi oleh ratusan candi lainnya.

Tempat wisata ini juga punya cerita rakyat yang melekat erat dengannya yaitu cerita Roro Jonggrang. Dikisahkan bahwa candi induk yang ada merupakan wujud Roro Jonggrang yang dikutuk oleh Bandung Bondowoso karena berusaha menggagalkan upaya Bondowoso membangun seribu candi untuknya.

10.Benteng Vredeburg

Wisata sejarah di Jogja lainnya adalah Benteng Vredeburg yang berada di kawasan Jalan Malioboro, Yogyakarta. Di dalam benteng ini, kamu bisa melihat benda-benda peninggalan Belanda dan juga rekaman perjuangan rakyat Yogyakarta dalam merebut kemerdekaan.

Ruangan museum ini berisi berbagai informasi yang berbentuk gambar dan juga diorama. Ada juga ruangan pemutaran film bagi kamu yang lebih tertarik belajar sejarah melalui media audio visual.

Benteng Vredeburg pada awalnya hanya berupa menara yang terbuat dari kayu dan tanah liat yang dibangun atas perintah Sultan Hamengkubuwono I. Menara ini kemudian diambilalih oleh Belanda dan dibangun permanen dan diberi nama Fort Vredeburg.